Selasa, 13 Oktober 2015

Bodoh

Gema gemuruh riuh menggelegar
Sontak terpejam pandangan pandangan hina itu
Wajahnya terpoloskan raut kesucian
Bodoh!!!
Kita ini memang bodoh
Dibodohi orang -orang bodoh
Bodohnya minta ampun
Diamlah kawan
Tunggu saja sekejap
Mereka seakan berpikir seakan kita terkapar
Mereka pikir kita ini orang negeri yang liar
Kita memang tak berpijar seperti mobil mewah yang berjajar
Hah,
Ini sandiwara kawan
Kau takkan pernah tahu persoalan
Cukup segepok uang kita terdiam
Ikuti saja permainanya
Seperti otak-otak mati yang disana
Kita ini memang bodoh
Mereka yang diatap sedang serius mengurus rakyat
Kita tak boleh mengganggu
Nanti bila terbangun bisa ngamuk didepan dewan
Huh kita ini bodoh
Sudah diberi santunan,tak banyak untuk mainan
Katanya jiwa nasional?
Senggol sedikit protes atasan
Hahaha kita kan sudah dipermainkan
Dilempar uang lagi sudah bingung berebutan
Gampang ditenangkan dengan lembar santunan
Selesailah semua urusan
Kita dan mereka sama saja
Otaknya mati karena uang
Hidup tak ingat dosa dan perbuatan
Asal uang tetap disalurkan
Aku bangga dengan kalian
Sungguh luar biasa membangun masa depan

#14Oktober2015

Senin, 12 Oktober 2015

Syair Pengirim Pesan

Selaju sampan tak laju ikan
Dayunglah dari darat selatan
Tak kunjung padam asa ditangan
Berseru senang hendak berkurban
Sebiji intan aku serahkan

Bila intan aku serahkan
Segenggam doa aku harapkan
Beri sedikit tak usah sungkan
Tidakpun beri aku lapangkan
Aku pun senang kau sudah segan

Bilakah selat tertutup awan
Dendang pelantun masih menawan
Bukannya gunung yang kau tampakan
Hanya selembar kertas tulisan
Bergores tinta dari selatan

Kertas tulisan darilah tangan
Tersusun rapi dengan menawan
Sampaikan pesan sampai tujuan
Sudah bertekad dari daratan
Menuju seberang pulau impian

Kalaulah lamban sampai tujuan
Asalkan pesan tak ditelan ikan
Aku berlabuh hingga tujuan
Berbekal restu dari pujaan
Bertekad harap bilapun sungkan

#12Oktober2015

Minggu, 11 Oktober 2015

Serdadu di Pelabuhan


Sentak berontak menerjang
Aku terseok menuju padu
Laskar merah putih tersungkur hancur
Aku tergopoh,roboh,berkokoh
Aku belum mati dari ajal
Ini sendu terdengar pilu
Tatap itu wahai lidah bercabang
Mereka mati karena seribu peluru
Dan kau mati karena sebilah bambu
Lihat tanganku yang bergetar-getar
Ingin menyambar layar berkibar-kibar
Lihat kakiku yang terseret debu
Ingin menyerbu garda busukmu
Aku mungkin mati tersedak tembak
Atau terinjak gerigi telapak
Ini urat masih gerak berserat
Bukannya sedang tahan sekarat
Tahukah engkau
Ini belum berakhir
Jantungku masih bedebar
Walau di tubuh telah mati
Di tanah ini masih kupendam dengan asa

#12Oktober2015

Datan Bisa Tresna

Hangrasa rasane ati
Tan bisa aku mandeg ing lakuku
Iki wes adoh saka uripku
Aku mung bisa anyawang wewayangmu
Nganti rabisa kanggoku sumelak saka cahyamu
Tansah katon suminar pasuryanmu
Iku tansah gumantil ing netraku
Duh kusuma sekaring ati
Coba mesema sak eseman wae
Esemu tansah nyepet madu
Krasa manis hananging kebak dening rasa nggresula
Aku datan bisa adoh saka telase lakumu
Aku ana mburimu datan bisa ketara
Nadyan ana sekar arum kang tansah sliramu puji
Aku datan bisa ngedangi
Aku iki mung manungsa kang ora bisa sliramu tresnani
Aku mung bisa ngalah lan ngelus dada
Nalika netes waspamu
Lan nora ana papan sesambatan
Aku ana lan setya angrungokake weluhmu

#12Oktober2015

Jumat, 09 Oktober 2015

Padang Lintang Rembulan

Saben dina mung nyawang lintang
Ngiwi-iwi katon cumlorot uyak-uyakan
Langite tansah padang
Katon sumilak ing ngawang-awang
Abyore lintang lan rembulan tansah nyawiji
Anggonku memuji marang Gusti ora bisa lali
Aku iki mung manungsa tanpa tata krama
Bisaku mung ngadang lakune dalan
Lan mbendung derese kali
Ora krasa atiku nadyan salah lakuku
Ing wengi iki aku tansah memuji
Mugawa antuka pangaksami
Duh Gusti bejane awak mami,

#05Oktober2015

Minggu, 04 Oktober 2015

Terpaling

Telah lama aku menghadapi ini
Sebelumnya tidak
Semenjak rayu dusta menghampiri
Aku terpukau terbujuk
Entah apa yang kudengar
Rasanya seperti getir kehidupan
Gaungnya menggema di sela telinga
Aku terpaling dari arahku
Aku terperosok dan teronggok
Bagai seutas tali yang putus dari rajutan
Aku tersesat dan tak kuat
Ingin sekarat tapi terpikat
Aku hanya terpaku akan nasibku
Entah apa jadi di kelak waktu
Aku tersipu

#04oktober2015