Era digital, era dimana aku, kamu dan dia bertemu tanpa terhalang ruang dan waktu.
Era digital, era dimana bahasa tak melulu tentang buku.
Modernitas membuat kita berjalan tanpa batas.
Menembus ruang-ruang maya yang ambigu
Antara fakta dan palsu menjadi satu.
Era digital membuat kita kebal baik raga dan mental.
Membaur dari yang akrab hingga yang belum kenal.
Sosial di mediakan dan media di sosialkan.
Aku, kamu dan dia bertemu dalam belaian gawai.
Kadang aku,kamu dan dia menjadi lalai.
Bahwa peran generasi muda sedang dimulai.
Sabtu, 26 Oktober 2019
Serba Digital
Jumat, 12 Juli 2019
Laknatku
Bahwa untuk melaknat seorang sucipun aku sanggup
Melaknatmu sama juga melaknat diriku sendiri
Kau mati akupun mati
Kau sengsara akupun sengsara
Aku tak apa karena ku lara
Karena melaknatmu seperti menunggu Yama
Menunggu saja aku, kau atau kita menuju pralaya
Minggu, 07 Juli 2019
Never Know
Yang ku lihat hanya kosong
Yang ku kenal hanya udara
Yang ku rasa hanya tawar
Yang ku ingat hanya hampa
Aku tak pernah lihat
Aku tak pernah kenal
Aku tak pernah rasa
Aku lupa karena tak pernah ingat
Sabtu, 08 Juni 2019
Pedang
Bahwasanya dia telah menghancurkan bongkah baja sepertiku
Lalu dia tinggalkan begitu saja
Maka ku biarkan pula hancurku terbengkalai
Runcingnya patahan akan selalu berdarah
Melukai segala yang memeluk
Maka janganlah sesiapapun mendekat
Aku sedang menjadi sebilah pedang
Senin, 20 Mei 2019
Bisma Gugur
Bahwa kelak kau akan dihinakan oleh keturunanmu
Kau hanya akan jadi payung di atas api yang membara
Semakin terkikis kobar kobar perang
Gugurmu adalah kutukan lalu
Bahwa karma tak pernah pandang bulu
Basuhan Ganggapun tak bisa luruhkan dosamu
Minggu, 19 Mei 2019
Srikandi
Rasaku bagai Amba untuk Bisma
Kupupuk penghianatan dan duka sebagai bara
Kala Bargawa tak dapat membunuhmu
Dan kala rangkaian teratai tak menjadi busur panah pula
Maka ku bersumpah untuk lahir kembali di Pancala
Menjadi leher untuk sang teratai putra Siwa
Dan menagih duka di Barathayuda
Aku akan menjadi anak panah pertama yang menembus dadamu
Sebelum seribu anak panah menyangga jasadmu
Mati kedua kalipun aku rela
Karena Amba tak pernah melupakan duka
Senin, 18 Maret 2019
SAMBAL BAWANG DAN SAUS BOLOGNESE
Aku bilang itu kurang pedas
Dia bilang ini terlalu pedas
Aku beralas daun pisang hijau panjang
Dia beralas keramik bundar putih berkilau cerah
Aku makan dengan tangan
Dia makan dengan garpu dan pisau
Aku suka sambal bawang dan lalapan
Dia suka saus bolognese dan pasta
Oh sambal bawang
Cerminanku sang penikmat kesederhanaan
Oh saus bolognese
Aku tak akan mengkiaskanmu karena kau kurang pedas