Bergegas ku langkahkan kaki
Menapak haluan arah
Menyusur jalan menitih kerinduan
Pulangku hanya sekejap
Tapi rindu ini tak pernah lenyap
Walau inginku terus selalu kudekap
Tapi apalah daya
Di sana masih menuntut
Tak bisa diriku cabut
Terpaksa diriku bertekuk lutut
Kuingin selalu pulang
Tapi terpaan disana bagai angin meniup ilalang
Akankah daku selalu mengenang?
Mendulang kilang,membendung cita
Tak sama jiwa tak sama raga
Bukankah aku selalu memendam luka
Tak sama pikir tak sama hati tak sama karyaku
Inginku berdendang harus ku pegang pengalang
Inikah kehidupanku
Mengapa tak seperti burung camar yang menghias tanjung harapan
Aku pulang membawa kesah
Keluhku selalu tertuang di hati
Bagaikan membalik air di guci yang sama
Aku merana
Biarkan aku selalu cepat pulang
Biarlah ku kembali perlahan
Walau tak sudi menerpa pandangan