Senin, 08 Februari 2016

Cepat Pulang,Kembali Perlahan

Bergegas ku langkahkan kaki
Menapak haluan arah
Menyusur jalan menitih kerinduan
Pulangku hanya sekejap
Tapi rindu ini tak pernah lenyap
Walau inginku terus selalu kudekap
Tapi apalah daya
Di sana masih menuntut
Tak bisa diriku cabut
Terpaksa diriku bertekuk lutut
Kuingin selalu pulang
Tapi terpaan disana bagai angin meniup ilalang
Akankah daku selalu mengenang?

Mendulang kilang,membendung cita
Tak sama jiwa tak sama raga
Bukankah aku selalu memendam luka
Tak sama pikir tak sama hati tak sama karyaku
Inginku berdendang harus ku pegang pengalang
Inikah kehidupanku
Mengapa tak seperti burung camar yang menghias tanjung harapan

Aku pulang membawa kesah
Keluhku selalu tertuang di hati
Bagaikan membalik air di guci yang sama
Aku merana
Biarkan aku selalu cepat pulang
Biarlah ku kembali perlahan
Walau tak sudi menerpa pandangan

Rabu, 03 Februari 2016

Secerca Cahaya di Langit Jogja

Dua hari tanpa cahaya
Seakan hari gulita
Entah hati merana
Sengsara
Menanti secerca cahaya dilangit Jogja
Memupus duka berkabung dilema
Seakan daya tak pernah kuasa
Membumbung tinggi gelapnya awan diangkasa
Merintik hujan bergemericik mengusik
Rinduku ke laman asal semakin bergelitik
Menanti reda rintik kesuma
Menghalau masa berakhir bahagia
Secerca cahaya di langit Jogja
Hendaklah datang mengahapus lara
Hembuskan berita kepada ibunda
Inginku segera bersua

Sambat

Atine judek
Pikiran mbededek
Neng sirah budrek
Neng awak gembrebek
Ambegan mundak ampek
Kahanan katon sumpek
Saktenane urip iki opo mandek
Kok yo tak roso mung gojak-gajek

Duh Gusti Kang Maha Kuwaos
Mugio tansah maos
Pikiran kula kang arep mbledos
Awak kula kang tansah gembrobyos
Jerite ati iki setyo kemletos
Uripku kang soyo atos
Menawa Gusti mboten siyos
Ngijabah sambat kang ceplas-ceplos
Atur kula nadyan katon boros
Ananging puji ratau mbolos